Selasa, 21 April 2015

Ini Rintangan Terberat untuk Dapatkan Nilai A di Kampus

Seperti Inlah Rasanya!

Alih-alih mau berangkat pagi biar dapet tempat duduk paling aman untuk ujian tertulis (UTS) agar dapatkan nilai A, gue malah telat, telat gue bukan karena hal sepele, tapi oleh masalah serius! gue telat masuk kelas karena gue kebelet boker! Alasan yang sangat tidak terhormat, yang gue gak ngerti, kan gak lucu gue mengulang satu mata kuliah dengan alasan nahan boker, gue duduk depan dosen, gak bisa nyontek, mata kuliahnya juga gue ga ngerti dan berakhir dengan nilai D, cuman gara-gara nahan boker!


Jadi ceritanya gini, pagi-pagi gue udah bangun untuk berangkat kuliah, di perjalanan gua biasa aja, tapi pas gua udah deket kampus gue kebelet boker, gue nyampe parkiran buru-buru nyari toilet, saat itu ruangan gue dilantai empat, gue mau naik lift dari lantai satu tapi nunggu lama, terpaksa gua naik tangga.


Lanjut gue mau boker di lantai dua, eh toiletnya ga ada gayung! Kampret toilet kok ga ada gayung! Gimana gue ceboknya? Gua naik lagi kelantai tiga, lebih ngajakin ribut! Ia si ada gayung, tapi ada satu hal konyol yang ga ada? Pintunya gak bisa dikunci! 


Nah kalo gue lagi boker tiba-tiba ada yang masuk itu bagaimana? Berasa kena zonk tuh orang yang salah milih toilet, gue berinisiatif naik lagi kelantai empat, nah disinilah letak masalahnya, kalo dalam sastra ini adalah konflik dalam unsur intrinsik.


Pilihanya lu mau boker atau masuk kelas nyari tempat duduk favorit? Gue galau, gue bingung, gue kecewa, pecah kan saja gelasnya biar ramai *gajelas* akhirnya gue lebih milih boker dahulu dibandikan masuk kelas, lega si, tapi masuk kelas gue jadi duduk paling depan, duduk paling depan itu rasanya kaya boker dicelana! Percuma mending gua tadi ke kelas aja, sama-sama boker! Sama aja bodong, eh... maksudnya bohong.

Selasa, 14 April 2015

Surga Tersembunyi di Desa Sukaharja


Ini adalah perjalanan keempat gue dan akan menjadi perjalanan pertama yang gue tulis di blog gue. Perjalanan pertama ini gue mau menuju Gunung Batu Jonggol, namanya udah absurd dan tampak sangat tidak familiar di telinga gue. Diperjalanan pertama ini gue masih belum punya alat komunikasi ataupun kamera yang gue inginkan, rasanya itu cediiiih. Tapi tak apalah temen gue udah beli kamera, lebih tepatnya minjem kamera jadi semua diharapkan akan baik-baik saja.


Perjalan kami tahun 2014

Perjalanan kami untuk kedua kalinya tepat di bulan yang sama yang paling gue gak ngerti sama Fadli bajunya masih sama kaya tahun lalu gue curiga dia emang gak punya baju lagi

Pagi itu gue bangun jam 7.30 bergegas menyalakan kompor dan memanasi air. Gue ingin mandi  dengan air hangat, begitulah ceritanya. Sebelumnya, sebelum tanggal 3 April 2015 bisa dibilang seharian hujan telah menghiasi langit kota gue, kota Tangerang Selatan. Malamnya kami berkumpul. Gue, Harry dan Fadli untuk merencanakan perjalanan kedua kami dengan percaya dirinya gue berkata.


“Malam ini terang Bulan gue yakin besok bakalan cerah.”


Besok paginya tepatnya hari ini gue lihat cuaca, langit kurang begitu cerah! Apa yang salah? Gue berinisyatif membuka situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (atau lebih sering dikenal BMKG), sebelumnya bernama Badan Meteorologi, dan Geofisika (disingkat BMG) adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen Indonesia yang mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

Prediksi BMKG sebelum gue berangkat dan prediksi tersebut akurat

Prediksi mengatakan sampai dua hari kedepan akan turun hujan! Gue gak mau jadi orong bodoh yang terlalu cepat bertindak ataupun orang pintar yang terlalu lama berpikir, gue hanya ingin semua tepat disaat yang tepat. Karena prediksi mengatakan hujan berarti gue harus persiapkan semua perlengkapan dengan baik.


Akhirnya perjalanan pertama kami yang akan gue terbitkan di blog gue ini benar-benar terjadi. Perjalanan kami diawali dengan doa tepat di hari Jum’at 3 April 2015 pada awalnya kita berangkat pukul 9.00 tapi apalah mau dikata namanya juga Indonesia jamnya suka melar, akhirnya kita jalan pukul 11.00. Baru diawal perjalanan kami sudah mendapat cobaan! Celana Fadli pada bagian pantat robek.


Loh ini pantat siapa!!!

Setelah Fadli berganti celana kami bergegas menuju ke tempat penyewaan tenda di Jl. WR Supratman, Gg. Bacang No. 73 (Belakang Kampus UIN Jakarta) tapi sayang tempat penyewaan tendanya sudah berpindah. Kami sempat khawatir, untungnya kami direkomendasikan ketempat pindahnya penyewaan tenda tersebut. Secara singkat kami benar-benar menuju Gunung Batu Jonggol tepat pukul 13.00. beginilah rute perjalanan kami.


Ini awal perjalanan kami


Setelah mendapatkan tenda dengan penyewaan dua hari dengan biaya total Rp 50.000 kami berangkat dari UIN menuju Cileungsi untuk istirahat sebentar di tempat kakaknya Fadli. Total 3 jam waktu yang kita habiskan untuk mencapai Cileungsi dari kampus UIN.

Langkah kedua kami setelah berhasil mendapatkan tenda

Kita bersantai sejenak dikediaman kakaknya Fadli, makan nasi Padang, eh pas kita mau berangkat lagi kita malah dikasih uang. saat itu gue berpikir ingin main ketempatnya kakaknya Fadli setiap hari, kan numayan.

Kita istirahat sejenak di kediaman kakaknya Fadli

Akhirnya kita berangkat dengan keraguan walaupun awalnya gue menyarankan naik angkutan umum, bukan dengan menggunakan sepeda motor, kita akhirnya sepakat melanjutkan perjalanan dengan sepeda motor, di tahap ke tiga ini diperjalanan sangat menyenangkan karena tidak ada asap dari kendaraan seperti truk, karena jalan menuju Gunung Batu Jonggol di tahap ketiga ini sangat sejuk.

Trek tahap ketiga menuju Gunung Batu Jonggol

Penampakan Gunung Batu Jonggol dari kejauhan

Peta perjalanan jalur menuju Gunung Batu Jonggol dari Cileungsi

Akhirnya kita tiba di pintu masuk gerbang Gunung Batu Jonggol pukul 16.50 pintu masuknya sendiri bermedan batu berhubung prediksi BMKG bakalan hujan, sore itu di Bogor memang hujan, jalan yang harus kita lalu sengat sulit karena jalan berbatu menjadi licin membuat roda menjadi slip. Kami bersyukur kami tiba di kaki Gunung Batu Jonggol pukul 17.50 sayangnya kita hanya bisa menikmati senja di kaki gunung, padahal awalnya kita ingin menikmati matahari terbenam setidaknya berada di perjalanan ketika mendaki. tapi apalah arti matahari terbenam itu hanyalah sebuah bonus.

Pintu Gerbang Gunung Batu Jonggol
Trek menuju kaki Gunung Batu Jonggol

Tarif  parkir Gunung Batu Jonggol

Bonus yang kami lewatkan
Akhirnya kita tepat sampai di bawah Gunung Batu Jonggol tepat pukul 18.00 lihat saja foto di atas itulah sedikit bonus yang kami dapatkan. Setelah memakirkan motor dengan biaya Rp 20.000 kita lalu bergegas naik ke atas dan mendirikan tenda.

Trek awal menuju ke puncak Gunung Batu Jonggol
Sayangnya gue lupa kapan kita tidur pada malam harinya, walaupun informasi tersebut tidak penting. tetapi yang pasti ketika malam gue keluar tenda satu hal yang gue inginkan, suatu saat nanti gue akan bawa orang yang gue sayang berada di atas sini atau di tempat lainnya merasakan apa yang gue rasakan, berbagi rasa tentang keindahan malam, kerlap-kerlip lampu perkotaan, terangnya bulan, bintang dan indahnya kebersamaan.

Berikut ulasan foto perjalanan kami :

Makan malam kami

Pemandangan dari puncak Gunung Batu Jonggol menjelang matahari terbit

Tahap terakhir mencapai puncak

Pemandangan dari puncak



Bertiga mulu!

Minum kopi di puncak

Hidup hanya sekali dan muda hanya satu kali

Buat kamu, iya kamu!

Turun dari puncak Gunung Batu Jonggol

Pemandangan dari atas sampai ke bawah

Pemandangan dari bawah


Hidup hanya sekali dan muda hanya satu kali

Hidup hanya sekali dan muda hanya satu kali

Sarapan pagi

Gunung Batu Jonggol! Terima kasih!

Minggu, 29 Maret 2015

Ini Tiga Jenis Tenaga Mobil yang Akan Menggantikan BBM

Menurut Wikipedia mobil adalah kendaraan darat yang digerakkan oleh tenaga mesin, beroda empat atau lebih (selalu genap), biasanya menggunakan bahan bakar minyak (bensin atau solar) untuk menghidupkan mesinnya.

Mobil merupakan kependekan dari otomobil yang berasal dari bahasa Yunani 'autos' (sendiri) dan Latin 'movĂ©re' (bergerak). Namun perkembangan mobil dari zaman ke zaman semakin mengalami perkembangan, bermulai kendaraan pertama dibangun dengan tenaga uap.

Penemunya sendiri hingga sampai saat ini masih belum bisa dibuktikan secara empiris bahwa mobil pertama itu didesain oleh Ferdinand Verbiest, sekitar tahun 1672. Ia mendesain mainan kendaraaan berukuran 65 cm untuk kerajaan Cina, namun tidak dapat membawa penumpang. Desain itu sendiri tidak diketahui apakah model tersebut pernah diproduksi atau tidak.


Mobil Pertama di Dunia
Disini gue mau mencoba memaparkan perkiraan mobil masa depan yang mungkin akan kita lihat nantinya, mobil dengan menggunakan bahan bakar listrik, hidrogen dan mobil otonom sebagai model mobil yang akan  kita lihat sebagai mobil masa depan.


1. Mobil Bertenaga Listrik :

Mobil listrik merupakan mobil yang digerakkan dengan motor listrik, menggunakan energi listrik yang disimpan dalam baterai atau tempat penyimpan energi lainnya. 

Mobil listrik sendiri sangat populer pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, tapi kemudian popularitasnya meredup karena teknologi mesin pembakaran dalam yang semakin maju dan harga kendaraan berbahan bakar bensin yang semakin murah. 

Krisis energi pada tahun 1970-an dan 1980-an pernah membangkitkan sedikit minat pada mobil-mobil listrik, tapi baru pada tahun 2000-an lah para produsen kendaraan baru menaruh perhatian yang serius pada kendaraan listrik. 

Hal tersebut disebabkan karena harga minyak yang melambung tinggi pada tahun 2000-an serta banyak masyarakat dunia yang sudah sadar akan  dampak buru dari emisi gas dan rumah kaca dan persedian minyak yang diperkirakan akan semakin habis.

Berikut model mobil listruk yang sudah beredar di dunia Tesla Roadster, REVAi, Renault Fluence Z.E., Buddy, Mitsubishi i MiEV, Tazzari Zero, Nissan Leaf, Smart ED, Wheego Whip LiFe, Mia listrik, dan BYD e6.

Model mobil dengan tenaga listrik yang paling laris dipasar hingga saat ini diprakarsai oleh Nissan dengan model Leaf, dengan penjualan lebih dari 20.000 unit di seluruh dunia (sampai November 2011).


Mobil Listrik

2. Mobil Bertenaga Hidrogen :

Kendaraan hidrogen adalah kendaraan yang mempergunakan gas hidrogen sebagai bahan bakarnya. Mobil dengan tenaga hidrogen sangat ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar konvensional seperti minyak yang biasanya akan menimbulkan polusi.

Mobil dengan tenga hidrrogen sendiri dipelopori oleh Toyota dengan memperkenalkan versi produksi mobil hidrogen lewat sebuah video yang dibawakan oleh Presiden dan CEO Toyota Motor Corporation, Akio Toyoda. Mobil hidrogen itu bernama Mirai yang dalam bahasa Jepang berarti masa depan.

Toyota Mirai mengambil bentuk desain sedan empat pintu, Toyota mengatakan "kendaraan inovatif" mereka akan dapat melakukan perjalanan hingga 300 mil (483 km) sebelum kehabisan hidrogen sementara isi ulang penuh akan memakan waktu kurang dari lima menit.

Walau belum ada harga resmi untuk mobil keluaran pabrikan Jepang ini, berbagai sumber mengatakan bandrol akan mencapai kisaran 60.300 USD (Atau sekitar Rp 736 juta).


Mobil Tenaga Hidrogen

3. Mobil Otonom :

Mobil tanpa pengemudi bakal tak sekadar menjadi khayalan belaka. Mobil driverless atau dikenal sebagai mobil otonom tanpa pengemudi ini mulai digencarkan oleh beberapa produsen mobil dunia, namun yang ramai saat ini Google dan Apple telah bergerak maju untuk merambah ekspansi bisnis mereka.

Proyek Apple untuk kendaran otonom diberi nama sandi Titan dan sedang dikembangkan oleh beberapa ratus orang, termasuk para ahli industri otomotif yang direkrut oleh Apple khusus untuk pekerjaan ini.

Laporan ini sendiri diperkuat dengan laporan Apple tengah mendirikan sebuah laboratorium rahasia akhir tahun lalu untuk bekerja pada mobil listrik dan teknologi otonom.

Dan laporan terbaru untuk wilayah ASEAN Singapura tampaknya tertarik menggunakan mobil otonom untuk digunakan sebagai alat transpostrasi umum. Beberapa laporan juga mengatakan mobil masa depan tersebut akan lakukan masa percobaan yang akan digunakan pada taksi di negara tersebut.

Mobil otonom

Oke gue udah paparkan 3 model mobil masa depan yang akan kita lihat ke depannya. Gue di sini mengharapkan setidaknya Indonesia memiliki satu model mobil nasional yang bisa kita banggakan karena perbedaan langkah kita dengan negara lainnya sudah sangat teramat sangat jauh, jangan sampai kita hanya menjadi negara konsumtif.